Laman

Loading...

Jumat, 27 Maret 2009

FILSAFAT UMUM

STATUS FILSAFAT PENDIDIKAN

Bagan di atas menjelaskan tentang status Filsafat Pendidikan sebagai Filsafat dengan penjelasan sebagai berikut:
Secara garis besar filsafat dibagi menjadi dua, yaitu filsafat umum dan filsafat khusus. Filsafat umum berbicara tentang segala sesuatu “pada umumnya”. Filsafat umum dibagi menjadi empat bagian, yaitu metafisika, epistimologi, logika dan aksiologi.
Metafisika adalah tempat berpijak dari semua pemikiran filsafati, termasuk pemikiran ilmiah. Metafisika memiliki empat sub, yaitu Ontologi, berhubungan dengan masalah apa yang kita kaji atau mengenai hakikat realitas dari objek yang ditelaah dan membuahkan pengetahuan; Cosmologi, berhubungan dengan alam semesta dan mempermasalahkan apakah sebenarnya alam semesta dan segala isinya, bagaimana ia ada; Humanologi berhubungan dengan manusia sebagai makhluk yang memiliki keistimewaan dengan permasalahan apakah manusia itu sebenarnya, apakah hubungannya satu sama lain, apakah kemampuan-kemampuannya, apa pendorong hidupnya, apa sifat-sifat pendorong hidupnya dan lain-lain; Teologi adalah bagian dari filsafat metafisika yang membahas tentang hakikat sesuatu itu adalah satu yaitu Tuhan, bagaimana sifat, kekuasaan, hubungannya dengan makhluk dan lain-lain yang menyangkut hakikat keberadaan Tuhan..
Epistimologi adalah cara mendapatkan pengetahuan yang benar, bagaimana kita memperoleh ilmu pengetahuan apakah dengan menggunakan metode deduksi, induksi dan eduksi. Dalam pendidikan epistimologi diperlukan antara lain dalam hubungannya dengan penyusunan dasar-dasar kurikulum, sehingga pendidikan memiliki metode kerja yang jelas.
Logika adalah jalan berpikir sehingga mampu membedakan yang benar dan yang salah, mengapa dikatakan benar dan mengapa dikatakan salah. Pola berpikir ini pun dapat mengikuti alur deduksi atau induksi, yaitu penarikan kesimpulan dari yang bersifat umum kepada yang khusus atau sebaliknya dari yang bersifat khusus kepada yang umum.
Aksiologi, berhubungan dengan kemanfaatan dan pemanfaatan, untuk apa sebuah pengetahuan diperoleh. Dari aksiologi ini munculah etika dan estetika. Etika berhubungan dengan baik-buruknya sesuatu, sedangkan estetika berhubungan dengan indah-tidak indahknya sesuatu. Aksiologi berhubungan dengan sikap tingkah laku manusia sehingga melahirkan standar untuk menetapkan baik atau buruk, baik norma subyektif maupun obyektif.
Filsafat khusus adalah cabang filsafat yang memberikan kajian secara mendalam terhadap salah satu objek. Dalam filsafat (demikian pula dalam ilmu pengetahuan) dikenal adanya objek forma dan objek materia, objek forma adalah sudut tertentu yang membentuk jenis ilmu yang objek materianya sama. Adapun objek materia adalah lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu.
Filsafat pendidikan merupakan bagian dari filsafat khusus yang mengkaji jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam lapangan pendidikan. Dapat juga dikatakan sebagai analisis filosofis terhadap lapangan pendidikan.
Ada dua cabang filsafat pendidikan, yaitu filsafat praktek pendidikan dan filsafat ilmu pendidikan. Filsafat praktek pendidikan bercabang menjadi filsafat proses pendidikan dan filsafat sosial pendidikan. Adapun filsafat ilmu pendidikan bercabang menjadi ontologi ilmu pendidikan, epistimologi ilmu pendidikan, metodologi ilmu pendidikan dan aksiologi ilmu pendidikan.
Dari sudut pandang filsafat ilmu pendidikan, dapat dijelaskan ontologi, epistimologi aksiologi dan metodologi pendidikan sebagai berikut:
1. Ontologi artinya ilmu pendidikan memiliki obyek studi yang jelas. Obyek studi harus dapat diidentifikasikan, dapat diberi batasan, dapat diuraikan, sifat-sifatnya yang esensial. Obyek studi sebuah ilmu ada dua yaitu obyek material dan obyek formal.
2. Epistimologi artinya ilmu pendidikan memiliki metode kerja yang jelas. Ada tiga metode kerja suatu bidang studi yaitu metode deduksi, induksi dan eduksi.
3. Aksiologi artinya ilmu pendidikan memiliki nilai guna atau kemanfaatannya. Bidang studi tersebut dapat menunjukkan nilai-nilai teoritis, hukum-hukum, generalisasi, kecenderungan umum, konsep-konsep dan kesimpulan-kesimpulan logis, sistematis, dan koheren. Dalam teori dan konsep tersebut tidak terdapat kerancuan atau kesemrawutan pikiran, atau pertentangan/kontradiktif antara satu sama lainnya.
4. Metodologi artinya ilmu pendidikan memiliki cara-cara untuk menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan pendidikan itu sendiri.
Hubungan antara filsafat dan pendidikan dapat ditunjukkan dengan adanya kenyataan bahwa problem-problem utama dari filsafat juga merupakan problem-problem utama dari pendidikan. Dengan demikian terciptalah landasan utama bagi eksistensi filsafat pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Rusman Faoz

Rusman Faoz